Senin, 23 Februari 2015

komponen elektronika

Komponen elektronika adalah elemen terkecil dalam suatu rangkaian elektronika. Dalam rangkaian elektronika pada umumnya terdiri dari komponen aktif dan komponen pasif. Setiap komponen elektronika dibuat dengan nilai dan fungsi yang berbeda berdasarkan produsen pembuat komponen elektronika tersebut. Setiap komponen elektronika memiliki tipe, nilai dan simbol yang berbeda-beda. Tipe dan nilai yang melekat pada suatu komponen elektronika memberikan arti fungsi dan pabrikan pembuatnya. Sedangkan simbol komponen elektronika ditentukan berdasarkan jenis dan fungsinya tanpa membedakan pabrik pembuat komponen elektronika tersebut.
Komponen elektronika dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan cara pemasangannya dan dibedakan berdasarkan fungsi dan cara kerjanya.

Jenis –Jenis Komponen Elektronika

Berdasarkan bentuk dan cara pemasangannya komponen elektronika dibedakan dalam 2 jenis yaitu jenis SMD (Surface Mount Device) dan jenis umum atau reguler.

1. Komponen Elektronika Jenis Umum (Reguler)

Komponen jenis umum adalah komponen elektronika yang secara fisik memiliki pin atau kaki dengan tujuan cara pemasangannya menggunakan PCB yang berlubang. Yaitu posisi komponen diletakan pada PCB kemudian pin atau kaki komponen pada sisi PCB yang lain untuk disolder pada jalur PCB tersebut. Beberapa komponen elektronika jenis umum dapat dilihat dalam gambar dbawah.
komponen elektronika,komponen elektronika non smdKomponen elektronika jenis ini pada umumnya digunakan untuk membuat sistem sederhana yang tidak menuntut fisik perangkat yang kecil atau digunakan pada perangkat atau sistem elektronik dengan daya besar.

2. Komponen Elektronika Jenis SMD (Surface Mount Device)

Komponen elektronika jenis SMD (Surface Mount Device) ini adalah komponen elektronika yang cara pemasangannya langsung ditempel dan disolder dengan PCB pada sisi jalur PCB. Komponen elektronika jenis SMD ini juga dilengkapi pin atau kaki, akan tetapi fisik kaki atau pin komponen jenis SMD ini di desain kecil dengan tujuan untuk dipasang pada permukaan jalur PCB. Pada umumnya komponen elektronika jenis SMD adalah komponen elektronika jenis terbaru seperti pada gambar berikut.
komponen smd,bentuk komponen smd,jenis komponen smd
Komponen elektronika jenis SMD didesain untuk memenuhi tuntutan bentuk fisik perangkat elektronik dengan bentuk fisik yang kecil. Salah satu penerapan komponen elektronika jenis SMD ini dapat dilihat pada perangkat komputer seperti RAM, VGA dan motheboard komputer.
Kemudian berdasarkan fungsi dan cara kerjanya komponen elektronika dibedakan menjadi komponen pasif dan komponen aktif.

1. Komponen Elektronika Pasif

Komponen pasif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya tidak membutuhkan suber tegangan atau sumber arus tersendiri. Komponen pasif pada umumnya digunakan sebagai pembatas arus, pembagi tegangan, tank circuit dan filter pasif. Komponen elektronika yang digolongkan sebagai komponen pasif diantarnya adalah resistor, kapsitor, induktor,saklar dan diode. Berikut adalah definisi dan fungsi secara umum dari komponen pasif tersebut :

a. Resistor

Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi sebagai penghambat/pembatas arus listrik. Berikut adalah simbol dan salah satu bentuk fisik resistor.
Resistor dan bentuknya,simbol resistor,bentuk resistor
Dalam aplikasinya resistor dapat dirangkai secara seri dan paralel, pada rangkaian seri maka resistor dapat difungsikan sebagai pembagi tegangan dengan karakteristik nilai resistor akan bertambahsesuai dengan nilai resistor yang dihubung seri tersebut. Kemudian resistor pada konfigurasi paralel resistor berfungsi sebagai pembagi arus dan memiliki karkateristik nilai resistansi menjadi lebih rendah berbanding terbalik dengan jumlah dan nilai resistansi resistor yang diparalel.

b. Kapasitor

Kapasitor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menyimpan muatan listrik sementara. Bentuk fisik salah satu kapasitor dan simbol kapasitor dapat dilihat seperti pada gambar berikut.
kapasitor,simbol kapasitor,bentuk kapasitorBesar kecilnya muatan listrik yang dapat disimpan olehkapasitor sebanding dengan nilai kapasitas kapasitor tersebut. Selain sebagai penyimpan muatan listrik kapasitor juga dapat digunakan sebagai penghubung atau coupling sinyal atau isyarat AC dalam suatu rangkaian pemroses sinyal.

c. Induktor

Induktor atau kumparan adalah komponen elektronika yang dibuat dari kawat email yang dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki nilai reaktansi. Induktor dapat digunakan untuk menahan arus AC dan melewatkan arus DC. Bentuk dan simbol induktor secara umum dapat dilihat pada gambar berikut.
bentuk iduktor,simbol induktorInduktor bersama resistor dan kapasitor dapat digunakan sebagaisuatu filter atau tapis dalam rangkaian pemroses sinyal. Induktor dapat banyak di jumpai dalam perangkat elektronika yang bekerja sebagai pemroses sinyal radio.

d. Saklar

Saklar adalah komponen elektronika yang bekerja sebagai pemutus atau pemilih sinyal secara mekanik. Saklar memiliki dua bagian utama yaitu kontaktor dan tuas saklar.Salah satu bentuk dan simbol saklar dapat dilihat pada gambarberikut.
saklar,bentuk saklar,simbol saklarDalam menjalankan tugasnya saklar membutuhkan operator sebagai penggerak tuas. Operator tuas saklar dapat berupa suatu sistem elektro mekanis maupun operator manusia secara manual.

e. Diode

Diode adalah komponen pasif yang dibuat dari bahan semikonduktor. Dioda berfungsi untukmengalirkan arus listri DC dalam satu arah saja. Dioda dibangun menggunakan dua lempeng bahan semikonduktor tipe P dan tipe N. Simbol dan salah satu bentuk fisik dioda dapat dilihat pada gambar berikut.
bentuk diode,simbol diodeDioda memiliki 2 kaki yaitu kaki Anoda dan Kaki Katoda, pada prinsipnya dioda akan mengalirkan arus DC dari Anoda ke Katoda. Pada aplikasi lain dioda dapat berfungsi sebagai penyearah gelombang AC.

2. Komponen Elektronika Aktif

Komponen aktif adalah komponen elektronika yang dalam pengoperasiannya membutuhkan sumber tegangan atau sumber arus dari luar. Ada banyak tipe komponen aktif yang digunakan dalam rangkaian atau sitem elektronika. Secara umum komponen aktif dibangun mengunakan bahan semikonduktor yang didesain sedemikian rupa sehingga memiliki fungsi, nilai dan kapasitas sesuai kebutuhan yang diinginkan. Beberapa contoh komponen aktif adalah.

a. Transistor

Transistor merupakan komponen aktif yang dibangun dari tiga lempeng semikonduktor tipe P dan tipe N. Transistor dapat berfungsi sebagai penguat sinyal dan dapat jugaberfungsi sebagai saklar elektronik. Berikut adalah salah satu contoh dan simbol transistor.

Transistor Bipolar

Transistor BipolarTransistor Unipolar

Transistor UnipolarTransistor terdiri dari dua tipe yaitu transisor NPN dan PNP. Kemudian dari dua tipe tersbut transistor dibagi lagi mejadi dua jenis menjadi transistor bipolar dan transistor unipolar. Transistor bipolar memiliki 3 kaki yaitu basis, colektor dan emitor, sedangkan transistor unipolar memiliki tiga kaki yaiut gate , source dan drain.

b. Thyristor

Thyristor disebut juga dengan SCR ( Silicon Controlled Rectifier) dan banyak digunakan sebagai saklar elektronik. Thyristor sering digunakansebagai saklar elektronik pada rangkaian listrik yang bekerja dengan sumber tegangan AC. Thyristor merupakan pengembangan dari diode dan memiliki 3 kaki yaitu gate, anoda dan kathoda. Berikut adalah salah satu bentuk dan simbol thyristor.
Bentuk Dan Simbol ThyristorThyristor ini akan bekerja atau menghantar arus listrik dari anoda ke katoda jika pada kaki gate diberi arus kearah katoda, karenanya kaki gate harus diberi tegangan positif terhadap katoda.

c. Transducer

Transducer adalah komponen elektronika yang dapat mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik atau sebaliknya mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik. Transducer yang berfungsi untuk mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik sering disebut sebagai sensor. Kemudian transducer yang berfungsi untuk mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik sering digunakan sebagai indikator atau aktuator. Contoh umum transducer sebagai sensor antara lain NTC, PTC, LDR, Phototransistor dan Solarcell. Kemudian contoh transducer yang mengubah besaran listrik menjadi besaran fisik adalah LED, Loud Speaker, Motor Listrik dan Relay.
Penjelasan dan contoh komponen aktif diatas adalah merupakan sebagian contoh komponen aktif yang ada dan menjadi dasar dari komponen aktif yang lain. Secara lebih detil definisi, fungsi dan prinsip kerja komponen elektronika jenis pasif maupun jenis aktif akan dibahas satu persatu pada artikel lain agar lebih jelas dan luas dalam memahami jenis dan fungsi komponen elektronika.

Memasang Firefox di Windows

Artikel ini menjelaskan tentang cara memasang Firefox di Windows.

Sebelum memasang Firefox:
  1. Kunjungi laman unduhan Firefox dengan peramban (browser) apa saja (contoh: Microsoft Internet Explorer). Halaman akan secara otomatis merekomendasikan versi terbaik untuk Anda.

    FireFox Download Page - Windows
  2. Klik pada tautan unduhan berwarna hijau untuk mengunduh program penginstal Firefox. Tergantung kecepatan koneksi Anda, proses pengunduhan mungkin akan memakan beberapa menit. Terima kasih untuk kesabarannya... Itu akan sepadan dengan penantian Anda!
  3. Mulai prosesnya dengan memilih Run.

    9adf3cab7ac5be01d856c9d1020aa0da-1263064820-505-2.jpg
  4. Lalu, ikuti saja petunjuknya (Kami telah membuat prosesnya sesederhana mungkin).

    9adf3cab7ac5be01d856c9d1020aa0da-1263064820-505-4.jpg
    Selamat, Anda telah berhasil memasang Firefox!
  5. Klik dua kali pada ikon Firefox kapanpun Anda ingin online.

    Installing Firefox - Win4 sumber :https://support.mozilla.org/id/kb/install-firefox-windows

Power amplifier system BTL

BTL adalah singkatan dari Bridge TransformerLess, yaitu system power amplifier yang menerapkan system jembatan dan meniadakan peran transformator impedansi di dalam melimpahkan daya outputnya kepada speaker.

Prinsip po-amp BTL
Apabila pada dua buah penghantar yang pada masing-masingnya terdapat tegangan AC sebesar Vx terhadap ground (jalur 0 Volt) namun satu sama lain saling berlawanan fasa 180 derajat, maka besar tegangan AC di antara kedua penghantar itu adalah sebesar 2Vx.

BTL principle

Jika pada penghantar 1 ada tegangan ac sebesar 3V terhadap ground (0V), dan pada penghantar 2 juga ada tegangan ac sebesar 3V terhadap ground namun berlawanan fasa dengan tegangan pada penghantar 1, maka di antara penghantar 1 dan penghantar 2 terdapat tegangan ac sebesar 6V.
Perhatikan gambar di atas.  Ketika pada penghantar 1 tegangan ac sedang mengayun ke arah positif, pada penghantar 2 tegangan mengayun ke arah negatif. Inilah yang dimaksud berlawanan fasa 180 derajat, yaitu bertolak belakang.

Apabila tegangan-tegangan AC itu adalah dua sinyal audio yang dihasilkan oleh dua power amplifier, maka di antara kedua output power amplifier itu terdapat sinyal audio dengan level tegangan yang dua kali lipat besarnya.  Karena tegangannya menjadi dua kali lipat, maka daya keluaran pun menjadi berlipat ganda juga karena sebagaimana telah diketahui bahwa daya adalah perkalian antara tegangan dengan arus.
Dua power amplifier yang bisa diaktifkan sebagai po-amp BTL adalah po-amp system OTL ataupun po-amp system OCL.  Kedua po-amp haruslah kembar, yaitu masing-masingnya mempunyai karakteristik yang benar-benar sama. Jika tidak, maka akan terjadi kepincangan dan akan menghasilkan cacat audio yang cukup besar.

BTL principle 2

Mengkonfigurasikan dua po-amp menjadi po-amp BTL biasanya dilakukan dengan membalik fasa sinyal masukan untuk diumpankan kepada salah satu po-amp.
Lihat gambar di atas, pada po-amp A1 sinyal masukan diumpankan ke jalan masuk non-inverting (yang tak menjungkirkan) sehingga sinyal keluaran akan sefasa dengan sinyal masukan.
Pada po-amp A2 sinyal masukan diumpankan kepada jalan masuk inverting (yang menjungkirkan) sehingga sinyal keluarannya akan berbeda fasa (terbalik) dengan sinyal masukan.  Hasilnya adalah di antara keluaran kedua po-amp (out1 dan out2) terdapat sinyal keluaran yang saling berlawanan fasa.

Daya keluaran po-amp BTL
Telah diulas dalam tulisan sebelumnya tentang pendekatan untuk mengetahui besarnya daya keluaran sebuah po-amp OTL atau OCL berdasarkan tinggi tegangan supply dan impedansi speaker yang dibebankan kepadanya.  Ketika dua po-amp OTL atau OCL dirangkai sebagai penguat BTL, daya yang dihasilkan akan lebih besar sekitar 3,5 kali lipat.
Pendekatan untuk mengetahui besarnya daya yang dihasilkan po-amp BTL adalah :

Po = (2Vx)² / 1,4RL

Di mana Po adalah daya keluaran (power output), Vx adalah setengah tegangan supply efektif, dan RL adalah impedansi speaker.
Dengan adanya kerugian-kerugian maka hasil aktualnya masih harus dibagi lagi dengan faktor 1,45.
Apa yang didapatkan dari perhitungan di atas bukan suatu yang mutlak, akan tetapi hanyalah pendekatan secara umum untuk mengetahui seberapa besar daya yang “mungkin” bisa dihasilkan dengan besar tegangan supply sedemikian.  Akan tetapi pada akhirnya faktor rancangan po-amp merupakan hal yang sangat menentukan besarnya daya keluaran yang dihasilkan.

Contoh :
Dua buah po-amp OTL dengan supply tegangan DC dari accu 12V dirangkai sebagai penguat BTL, berapakah daya maksimal yang mungkin bisa dihasilkannya pada beban speaker 4 Ohm?
Po = 144 / 5,6 = 25,7W
Po maksimal aktual = 25,7 / 1,45 = 17,7W.
Jadi, bilangan 17,7W adalah daya maksimal yang bisa dihasilkan oleh penguat BTL dari dua buah po-amp OTL dengan supply 12VDC pada beban 4 Ohm.

Beberapa contoh power amplifier BTL
Berikut adalah beberapa contoh po-amp BTL dengan sedikit penjelasannya.

BTL TDA2003 | BTL LA4440

Gambar (a) di atas adalah rangkaian po-amp BTL dari dua buah IC po-amp OTL TDA2003.
Rangkaian ini diadopsi dari salah satu audio mobil lama merk Sony, daya keluarannya sekitar 15W.
Sinyal audio diumpankan ke jalan masuk non-inverting IC pertama (pin 1), keluarannya akan sefasa dengan sinyal input.  R2 menyelenggarakan umpan balik negatif (umpan balik yang melemahkan) yang diberikan kepada jalan masuk inverting (pin 2) melalui C2.  R2 bersama-sama dengan R1 akan menentukan faktor penguatan po-amp secara keseluruhan.  Karena itu nilai R2 dan R1 ditentukan sedemikian rupa agar penguatan sesuai dengan yang diinginkan.
Pada IC kedua jalan masuk non-inverting (pin 1) diground-kan.  Input sinyal audio diambil oleh jalan masuk invertingnya (pin 2) dari titik “a” (lihat gambar), karena pada titik “a” ini terdapat sinyal audio dari keluaran IC pertama karena adanya umpan balik negatif lewat R2.  Hasilnya, pada keluaran IC kedua terdapat sinyal audio yang berlawanan fasa dengan yang dikeluarkan oleh IC pertama.
Besar tegangan sinyal keluaran dari IC kedua haruslah sama besar dengan besar tegangan sinyal keluaran IC pertama agar bisa dicapai pelimpahan daya yang maksimal kepada speaker.  Maka R6 dan R5 yang menjadi penentu faktor penguatan bagi IC kedua ditetapkan nilainya sedemikian rupa.
Pada gambar rangkaian di atas tidak terlihat adanya kondensator kopel pada jalan keluaran setiap IC, padahal padanya terdapat tegangan DC setengah dari tegangan supply.  Namun karena speaker disambungkan kepada kedua jalan keluaran IC (tidak ada sambungan speaker ke ground), maka kondensator kopel yang bersifat menyekat tegangan DC tidak diperlukan.  Antara pin 4 IC pertama dan pin 4 IC kedua terdapat tegangan DC sebesar nol Volt.

Gambar (b) di atas memperlihatkan rangkaian po-amp BTL yang dibangun oleh IC po-amp stereo LA 4440. Rangkaian diadopsi dari datasheet IC yang bersangkutan, daya keluaran maksimal yang dihasilkan adalah 19W pada tegangan supply efektif 15V dengan beban 4 Ohm.
Input non inverting penguat kedua diground-kan, sedangkan masukan sinyal audio bagi penguat kedua diambil oleh input invertingnya dari input inverting penguat pertama, sebab di sini terdapat sinyal audio dari keluaran penguat pertama karena adanya resistor internal yang menyelenggarakan umpan balik negatif bagi penguat pertama.  Bandingkanlah dengan ulasan sebelumnya tentang titik “a”.

pada gambar (c) di atas adalah contoh rangkaian BTL dari dua buah po-amp OCL.  Di sini tidak disertakan detil nilai-nilai komponennya, hanya pola rangkaiannya saja.
Perhatikanlah bahwa input po-amp kedua diground-kan dan input sinyal audio bagi po-amp kedua diambil dari jalur keluaran (output) po-amp pertama melalui Rz.  Sinyal audio ini lalu dimasukkan ke input inverting penguat kedua.
Dalam konfigurasi BTL yang dibangun dari dua po-amp OCL, biasanya nilai Rz ditetapkan sama dengan nilai Rx1 dan Rx2.

Secara umum, rangkaian BTL dari dua po-amp OCL merupakan rangkaian po-amp yang mampu mengeluarkan daya yang paling besar dengan kwalitas yang tetap terjaga dibandingkan pola-pola rangkaian yang lainnya.
Hal yang mungkin kurang disukai orang ketika membangun rangkaian BTL berdaya besar adalah karena kritisnya terhadap kemungkinan terjadinya osilasi.  Dua buah po-amp OCL yang nampak bekerja normal-normal saja ketika dalam konfigurasi stereo, ketika dirangkai sebagai satu penguat BTL ternyata banyak mengalami masalah.
Merangkai sebuah penguat BTL memang memerlukan pelajaran dari pengalaman-pengalaman yang tersendiri, tidak semudah merangkai penguat-penguat biasa...
sumber :http://www.sandielektronik.com/2014/06/tekhnik-audio-power-amplifier-btl.html